Minggu, 06 Mei 2012

Zat Warna Untuk Batik

Sobat BatikNdesa... Yang dimaksud dengan warna batik adalah zat warna tekstil yang dapat untuk memberi warna pada batik. Tidak semua jenis daripada zat warna tekstil dapat untuk memberi warna pada batik. Hanya khusus beberapa jenis saja yang dapat untuk batik, disebabkan antara lain:
  1. Pada pewarnaan batik dikerjakan tanpa pemanasan karena batik memakai lilin batik.
  2. Lilin batik pada umumnya tidak tahan terhadap alkali kuat.
  3. Pada pekerjaan terakhir daripada proses pembuatan batik, terdapat menghilangkan lilin atau lorodan dengan air panas, tidak semua cat tahan terhadap rebusan dalam air lorodan. 

Zat warna alam (natural dyes) adalah zat warna yang diperoleh dari alam/ tumbuh-tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung (Baca: Proses Pewarnaan Alam)
Zat warna sintetis (synthetic dyes ) atau zat wana kimia mudah diperoleh, stabil dan praktis pemakaiannya. Zat Warna sintetis dalam tekstil merupakan turunan hidrokarbon aromatik seperti benzena, toluena, naftalena dan antrasena diperoleh dari ter arang batubara  (coal, tar, dyestuff) yang merupakan cairan kental berwarna hitam  dengan berat jenis  1,03  -  1,30 dan terdiri dari  despersi karbon dalam minyak. Minyak tersebut tersusun dari beberapa jenis senyawa dari bentuk yang paling sederhana misalnya benzena  (C H ) sampai bentuk yang rumit mialnya 6 6 krisena  (C H ) dan pisena (C H ) .Macam-macam zat warna sintetis yang paling umum digunakan untuk batik, antara lain:
  1. Zat warna Napthol
  2. Zat warna Indigosol
  3. Zat Warna Rapid
  4. Zat warna Reaktif
  5. Zat warna indanthrene
Tidak semua zat warna sintetis bisa dipakai untuk pewarnaan bahan kerajinan, karena ada zat warna yang prosesnya memerlukan perlakuan khusus, sehingga hanya bisa dipakai pada skala industri. tetapi zat warna sintetis yang banyak dipakai untuk pewarnaan bahan kerajinan antara lain:
Zat warna naphtol
Zat warna naptol terdiri dari komponen naptol sebagai komponen dasar dan komponen pembangkit warna yaitu garam diazonium atau disebut garam naptol. Naptol yang banyak dipakai dalam pembatikan antara lain:
Naptol AS-G         Naptol AS-LB
Naptol AS-BO       Naptol AS-D
Naptol AS               Naptol AS.OL
Naptol AS-BR       Naptol AS.BS
Naptol AS-GR
Garam diazonium yang dipakai dalam pembatikan antara lain:
Garam Kuning GC         Garam Bordo GP
Garam Orange GC         Garam Violet B
Garam Scarlet R            Garam Blue BB
Garam Scarlet GG         Garam Blue B
Garam Red 3 GL           Garam Black B
Garam Red B
Zat warna indigosol
Zat warna Indigosol atau Bejana Larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna rata dan cerah. Zat warna ini dapat dipakai secara pecelupan dan coletan . Warna dapat timbul setelah dibangkitkan dengan Natrium Nitrit dan Asam/ Asam sulfat atau Asam florida.  Jenis warna Indigosol antara lain:
  1. Indigosol Yellow    Indigosol Green IB
  2. Indigosol Yellow JGK  Indigosol Blue 0 4 B
  3. Indigosol Orange HR  Indigosol Grey  IBL
  4. Indigosol Pink IR   Indigosol Brown IBR
  5. Indigosol Violet ARR  Indigosol Brown IRRD
  6. Indigosol Violet 2R  Indigosol Violet IBBF
Zat warna rapid
Zat warna rapid biasa dipakai untuk  coletan jenis rapid fast.  Zat warna ini adalah campuran komponen  naphtol dan garam  diazonium yang distabilkan, biasanya paling banyak dipakai  rapid merah, karena warnanya cerah dan tidak ditemui di kelompok indigosol.
Zat warna reaktif
Zat warna reaktif bisa digunakan untuk pencelupan dan pencapan (printing).  Zat warna reaktif berdasarkan cara pemakaiannya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:  reaktif dingin dan reaktif panas. Untuk zat warna reaktif dingin salah satunya adalah zat warna procion, dengan nama dagang Procion MX, yaitu zat warna yang mempunyai kereaktifan tinggi dan dicelup pada suhu rendah. Zat warna reaktif termasuk zat warna yang larut dalam air dan mengadakan reaksi dengan serat selulosa, sehingga zat warna reaktif tersebut merupakan bagian dari serat. Oleh karena itu sifat-sifat tahan luntur warna dan tahan sinarnya sangat baik. Nama dagang zat warna teraktif, sebagai berikut:
  1. Procion (produk dari I.C.I)  Drimarine (produk Sandoz)
  2. Cibacron (produk Ciba Geigy)  Primazine (produk BASF)
  3. Remazol (produk Hoechst)  Levafix (produk Bayer)
Zat warna indanthrene
Zat warna indanthrene normal termasuk golongan zat warna bejana yang tidak larut dalam air. proses pdncelupannya tidak perlu penambahan elektrolit karena mempuyai daya serap yang tinggi. Pemakaian reduktor dan alkali banyak dan dicelup pada suhu (40-60°C). Contoh zat warna Indanthrene:
  1. Helanthrene Yellow GC MP
  2. Helanthrene Orange RK MP
  3. Helanthrene Brilian Pink RS MP
  4. Helanthrene Blue RCL MP
  5. Helanthrene Green B MP
  6. Helanthrene Brown BK MP
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Batik adalah salah satu cipta budaya tinggi bangsa Indonesia. Batik telah disahkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia, mengikuti wayang (2003) dan keris (2006) yang sudah lebih dulu diakui oleh UNESCO. Kita memiliki jenis batik yang sangat kaya. Secara garis besar, batik dikelompokkan menjadi 2 yakni Batik Keraton Jawa dan Batik Pantai Utara. Batik keraton Jawa pun ada dua macam, yaitu Batik Yogya dan Batik Solo.